Subhanallah, Penumpang di Usir Dari Pesawat Karena Muslim
Subhanallah, Penumpang di Usir Dari Pesawat Karena Muslim

Seorang penumpang pria dikeluarkan dari pesawat American Airlines di Charlotte, Amerika Serikat (AS) hanya lantaran seorang Muslim. Sebelum didepak dari pesawat, penumpang bernama Mohamed Ahmed Radwan ini diawasi secara khusus oleh pramugari.

Insiden tak mengenakan yang dialami Radwan terjadi Desember lalu, namun baru diungkap kemarin. Organisasi pembela hak-hak sipil Muslim di AS mendesak Departemen Perhubungan untuk menyelidiki “pengusiran” Radwan dari penerbangan American Airlines sebagai perlakuan bias.

Perlakuan maskapai itu membuat Radwan merasa terhina. Awalnya, Radwan yang merupakan pengusaha asal Florida ini menempati kursi pesawat sesuai yang dia pesan. Sejenak kemudian, Seorang pramugari mengumumkan nama, nomor tempat duduknya dan mengatakan bahwa pramugari itu akan mengawasi dia.

Pengumuman itu dilakukan dengan pengeras suara yang membuatnya merasa tersudut, terlebih pengumuman itu dilakukan berulang kali.”Mohamed Ahmed, kursi 25-A. Saya akan mengawasi Anda,” kata pramugari itu.
Dari semua penumpang hanya dia yang diperlakukan seperti itu. Radwan kemudian menyadari bahwa diasingkan diantara penumpang lain karena etnis. Merasa tak nyaman, dia mengadukan tindakan pramugari itu kepada karyawan American Airlines lain. Alih-alih dibela, kapten pilot pesawat malah memerintahkan agar Radwan dikeluarkan dari pesawat.

Radwan kini meminta keadilan dengan dukungan dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi advokasi Muslim di AS.

“Saya pikir itu adalah saat yang menghancurkan bagi saya karena saya sudah tinggal di negiri ini selama 20 tahun, dan saya bangga jadi warga Amerika terhormat,” kata Radwan, seorang warga negara AS naturalisasi yang beremegrasi dari Mesir, dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Washington Post, Jumat (22/7/2016).
“Ini adalah saat dimana saya merasa bahwa banyak yang saya rasa datang ke negara ini untuk dilucuti dengan diperlakukan sama seperti orang lain di pesawat,” keluh Radwan.

Sementara itu,pihak maskapai American Airlines tidak memberikan komentar yang diminta para wartawan secara tertulis pada hari rabu.

CAIR mengatakan pengalaman Radwan sesuai dengan pola yang mengganggu dimana wisatawan via pesawat dipilih dan kadang-kadang didepak dari penerbangan hanya karena agama dan etnis mereka.

“Banyak kasus yang kita lihat, mereka gagal untuk memberikan penyebab objektif wajar atau penjelasan, dan mereka melakukannya didasarkan pada ketakutan berdasar atau spekulasi dari beberapa macam,” kata Maha Sayed,seorang pengacara CAIR yang menangani kasus Radwan.

LEAVE A REPLY