Sri Mulyani, Menteri Keuangan Terbaik di Asia Siap Membuat Gebrakan
Sri Mulyani, Menteri Keuangan Terbaik di Asia Siap Membuat Gebrakan

Di sela-sela kesibukannya mengadakan farewell party menjelang kepindahannya ke Washington DC sebagai pejabat Bank Dunia pada 19 Mei 2010, Sri Mulyani menyempatkan diri untuk menjawab sejumlah pertanyaan pembaca detikcom lewat internet di kantornya. Di akhir wawancara, SriMulyani berujar, “I love you full. I’ll be back.”

6 Tahun berlalu. Juli 2016. Sri Mulyani benar-benar kembali di kursi Menkeu.Welcome back!

Sri Mulyani Indrawati adalah calon kuat bursa Menteri Keuangan di Kabinet Kerja menggantikan Bambang Brodjonegoro. Dunia keuangan bukanlah hal baru baginya, sebab selama 5 tahun dia menjabat Menkeu Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sri Mulyani yang akrab dipanggil Mbak Ani ini lahir di Lampung, 26 Agustus 1962. Dia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia tahun 1986. Lalu melanjutkan pendidikan ke University of Illionis Urbana Champaign, USA dan mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics dan meraih gelar Ph.D.of Economics dari universitas yang sama tahun 1992.

Perempuan yang berkecimpung di dunia ekonomi ini pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) pada Juni 1998. Perempuan cerdas ini juga pernah menjadi dosen ekonomi UI dan menjadi Asisten Profesor di University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992.

Nama Sri Mulyani mulai dikenal publik saat Presiden SBY menunjuk dia menjadi Menteri Keuangan pada 5 Desember 2005. Tahun 2008 ia juga menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Saat SBY melakukan perombakan kabinet, Sri Mulyani tetap pada posisinya sebagai Menteri Keuangan.

Banyak prestasi Sri Mulyani yang ditorehkan sebagai Menkeu, di antaranya menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pin­jaman dan mengelola utang serta mem­beri kepercayaan pada investor. Berbagai upaya tersebut telah mengantarkannya menjadi Men­teri Keuangan terbaik di Asia.

Situs Kemenkeu melansir, refor­masi Kementerian Keuangan dinakhodainya dengan baik sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan mulai dari organisasi, SOP, SDM dan lain-lainnya. Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006, 2007, 2008 oleh Emerging Market (Euromoney).

Kasus Century adalah cobaan terbesar Sri Mulyani sebagai Menkeu. Isu besar yang bercampur politik ini mengantar keputusan Sri Mulyani unguk menyampaikan surat pengunduran diri pada 20 Mei 2010. Dia kemudian menerima pinangan Bank Dunia. Pada 1 Juni, dia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sri Mulyani yang memiliki 3 anak dari perkawinannya dengan Tony Sumartono, besar dari keluarga akademisi. Orangtuanya adalah Prof Satmoko dan Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko.

Tahun 2016 saat Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, dia kembali masuk dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Dia dianggap berjasa dan berperan besar dalam perekonomian dunia karena bertugas menyatukan ide-ide terbaik dari 188 negara anggota Bank Dunia.

LEAVE A REPLY