Pilkada DKI 2017 Bagai Debat Antara Para Pemimpin dan Anak
Pilkada DKI 2017 Bagai Debat Antara Para Pemimpin dan Anak "Ingusan"

Jejakmalam – Pilkada DKI 2017 Bagai Debat Antara Para Pemimpin dan Anak “Ingusan” – Debat resmi perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI 2017 akan dilaksanakan pada tangal 13 Januari 2017, dengan materi debat mengenai tiga hal permasalahan, yakni permasalahan sosial ekonomi, lingkungan dan transportasi, serta pendidikan dan keamanan warga,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Dahlia Umar di kantornya, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Dengan tugas moderator yang beperan untuk menggali lebih dalam tentang ide, gagasan, dan visi misi program para paslon, sehingga kedalaman dari debat akan tercapai, dimana nantinya akan terlihat dengan jelas kompetensi dan kapasitas kontestan dalam menyelesaian permasalahan yang ada. Acara debat akan di moderatori oleh Ira Kuesno, jurnalis senior sekaligus penyiar di salah satu stasiun televisi berita. Jika Ira berhalangan hadir, KPU DKI telah menyiapkan penggantinya, yakni sosiolog Imam B. Prasodjo.

Dimana ide serta gagasan yang akan dituangkan dengan narasi dan respon dari setiap pertanyaan dan respon dari para kandidat dalam realisasi ide tersebut dalam penerapan aplikasi program tersebut akan menjadi gambaran karakter para calon pemimpin DKI tersebut.

Berharap debat tersebut akan membantu dengan cepat gambaran mengenai calon pimpinan tersebut sehingga pemilih dapat menentukan pilihannya kelak di bilik suara dengan tepat.

Acara debat tersebut akan berlangsung pada tanggal 13 Januari 2017, pukul 20.00-22.00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh tiga stasiun swasta (TV One, Jawa Pos TV, dan Net TV).

Demikian pentingya debat sehingga acara tadi adalah sifatnya wajib untuk dilakukan sebagai suatu rangkaian kampanye program-program dan ide bukan hanya kampanye penampilan/performance saja, sehingga KPU menetapkan rangkaian debat adalah bersifat wajib. Respon dari para kontestan berbeda-beda, nomor urut satu, Agus-Silvi mengatakan bahwa sudah mempersiapkan dengan sebelumnya sudah berdialog dengan para pakar, sehingga nantinya sudah jauh lebih siap.

Sementara pasangan calon Gubernur  dan Wakil Gurubernur nomor urut 2, sebagai petahana memang pastinya jauh lebih siap, dengan selama ini memang sudah mengetahui, mengalami dan mengatasi berbagai permasalahan yang ada, paparannya yang akan dilakukan akan bersifat praktis pastinya dalam mengatasi masalah tersebut, dari permasalahan sosial ekonomi, lingkungan  dan transportasi serta pendidikan dan keamanan warga, tugas berat paslon nomor urut 2 hanya meyakinkan bahwa program yang sudah dijalani tersebut agar diberikan kepercayaan kembali agar yang selama ini sudah berdampak baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat agar dapat diteruskan untuk masa periode kepempimpinan berikutnya. Dimana isu ketidapercayaan sedang digaungkan oleh lawan-lawan politiknya yang menyerangnya dari isu SARA dan karakter kepemimpinan yang cepat dan tegas serta keras dimana diidentikan tidak sesuai menurut agama tertentu (lagi-lagi SARA).

Untuk pasangan calon bernomor urut 3 yang terdiri dari kandidat yang juga sudah berpengalaman dalam pemerintahan dan dunia usaha dengan kelengkapan akademisi yang sangat baik. Juga memilik kesiapan yang baik, dalam menyampaikan secara urut dan runtut ide-ide serta program-programnya sebab memang berpengalaman dalam praktis permasalahan yang ada. Namun tantangannya adalah bagaimana pasangan calon urut nomor 3 ini mampu memberikan ide-ide baru yang memecahkan permasalahan dan harapan-harapan baru dalam langkah-langkah ide programnya, tidak hanya merevisi dan mengkritisi dari program dan kerja – kerja pemerintahan DKI yang ada sekarang, dimana pemerintahan yang ada sekarang sudah banyak menghasilkan dan menghadirkan berbagai kepuasan di sektor pelayanan kepada masyarakat secara umum.

Debat ini ditampilkan secara langsung oleh stasiun televisi, kecenderungan yang sangat mengkhawatirkan ada pada pasangan calon nomor urut satu Agus-Silvi, dimana sebelumnya selalu menolak untuk debat di dua debat sebelumnya, sehingga menuai kekecewaan dan keragu-raguan yang mendalam tidak hanya didalam massa pendukung namun juga ditengah masyarakat DKI pada umumnya. Mereka mempunyai tugas yang berat dimana pada saat tampil di debat nanti, bukan hanya tampil untuk sebaik-baiknya di dalam debat dalam pemaparan ide dan program serta aplikasi dari ide tersebut saja, namun mereka juga harus dapat mengobati kekecewaan yang akhirnya menghasilkan banyak ketidakpercayaan terhadap sikap kepemimpinan mereka. Jika hanya memaparkan ide “kota terapung” yang banyak menuai tertawaan.

Kesiapan yang dijanjikan dengan mengungkapkan bahwa telah belajar dengan banyak pakar, sehingga jauh lebih siap, semoga dapat dibuktikan dalam debat tersebut. Setiap acara debat tidak hanya berisi mengenai penguasaan materi dan memberikan solusi dari kedalaman permasalahan yang ditanyakan namun yang tidak kalah pentingnya adalah menunjukkan karakter dari seorang pemimpin, karakter yang berani, karakter yang tidak takut terhadap tantangan terhadap permasalahan, terlebih dengan permasalahan DKI yang sangat kompleks.

Dalam kontestasi, ciri yang menjadi keuanggulan bagi setiap kandidat sangat diperlukan sebagai identitas calon pemimpin yang ada agar pemilih dapat dengan mudah mengenalinya, Nomor urut 2, sangat menguasai detail dalam permasalahan dan unggul dalam pelaksaan program dan ide tersebut dalam kerja nyata terlebih yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

Sementara pasangan calon nomor urut 3, juga sangat pandai dengan kekayaan ide-ide dan programnya dan menarik untuk disaksikan dalam penyampaian narasi ide-ide tersebut dan menggugah semangat dalam setiap penyampaiannya.

Untuk nomor urut satu, kita sama sekali belum mengenalnya, kita mengenalnya adalah pasangan calon yang selama ini selalu menghindari dari debat, sudah dua acara debat yang dilaksanakan oleh tv swasta dan mereka memutuskan untuk tidak hadir, pasangan calon ini kita mengenalnya dengan pakaian serba hitam-hitamnya dan tangisan diawal pidatonya saat ditetapkan sebagai pasangan calon, dikarenakan sedih harus meninggalkan dunia sebelumnya yang sangat dicintainya dan harus ikut dalam kontestasi politik pemilihan pilkada.

Ajang pemilihan pemimpin DKI yang akan berlangsung tanggal 15 Februari 2017, dimana acara debat ini akan membantu mengenaii calon pemimpinya, semoga dapat dimanfaatkan dan disajikan kepada pemilih agar memutuskan pemimpin yang tepat.

Baca Juga : Peran AHY Jadi Pusat Perhatian Saat Debat Resmi KPUD, Strategi AHY Berhasil

LEAVE A REPLY