Mengejutkan!! Ibas Sindir dan Serang Program AHY yang Dinilai Aneh
Mengejutkan!! Ibas Sindir dan Serang Program AHY yang Dinilai Aneh

Jejakmalam – Mengejutkan!! Ibas Sindir dan Serang Program AHY yang Dinilai Aneh – Ibas yang sudah lama tidak muncul akhirnya keluar juga. Tapi, ada suatu yang aneh dari Ibas, beliau malah menyerang progam Agus. Ada apa ini? Apa Ibas iri dan sakit hati karena malah Agus yang menjadi Cagub bukkannya dia?

“Untuk itu kami akan pasang mata, telinga sekaligus meneriakkan agar rakyat tidak tergoda uang sesaat yang kemudian bisa merugi selama 5 tahun akibat salah pilih pemimpinnya hanya karena uang,” kata Ibas.

Lihat kata-katanya di bagian “meneriakkan agar rakyat tidak tergoda uang sesaat yang kemudian bisa merugi selama 5 tahun akibat salah pilih pemimpinnya hanya karena uang”

Bukankah ini menyasar ke Agus? Bukannya Aguslah yang paling getol menerapkan progam BLT? Ibas sudah secara langsung menyuruh warga Jakarta untuk jangan memilih yang menjanjikan uang tapi nanti rugi 5 tahun. Wah, sengaja atau tidak sengaja ini?

Agus Disayang, Ibas Ditinggalkan

Penetapan Agus menjadi Cagub membuat banyak orang termehek-mehek. Kenapa harus Agus? Bukankah Agus masih ‘ingusan’ soal politik? Kan sudah ada Ibas yang berpengalaman dalam berpolitik. Lihat saja namanya sering-sering disebut terlibat kasus korupsi. Berpengalaman toh?

Sudah jelas Ibas tidak mungkin dipilih lagi karena diri Ibas sudah disinyalir tidak bersih lagi, bagaimana mungkin para petinggi Demokrat satu per satu diciduk KPK sedangkan Ibas dengan posisi yang sangat tinggi di Demokrat tidak dibidik.

Bila masih nekad maju di Pilgub Jakarta maka tinggal dihajar saja noda masa lalu Ibas, elektabilitas langsung tenggelam tidak seperti elektabilitas Agus yang masih mampu ngapung. Nama Ibas sudah tercoreng, sulit untuk dibersihkan.

Rasanya tidak mungkin Ibas tidak sakit hati sama sekali dengan pencalonan Agus. Toh diri Ibaslah yang paling berpengalaman dan lebih mampu daripada Agus yang hanya prajurit. Nama Ibas sendiri sudah terkenal di Indonesia sebagai pangeran berlengan panjang, sedangkan Agus namanya baru saja dikenal sebagai Cagub ngapung.

Agus yang ingusan dipilih tapi Ibas yang sudah lama dipolitik dilupakan? Sakitnya tuh disini lho… sambil menunjuk ke hati. Siapa rela dirinya tidak dianggap oleh ayahnya sendiri, malahan saudaranya yang mendapat jatah Cagub.

Melihat tutur kata Ibas, sepertinya dirinya secara tidak sadar menolak pencalonan Agus. Meski pikiran sadarnnya sudah merelakan, tapi alam bawah sadarnya masih menolak, sehingga kata-katanya malahan menyerang Agus.

Tebaran Hoax Di Pilgub

Disisi lain, apa yang dikatakan oleh Ibas sama persis dengan apa yang dikatakan oleh pihak Agus.

“Jangan sampai ada hoax yang berlebihan apalagi mengarah menuju kampanye hitam dan fitnah”

“Untuk itu kami akan selalu serukan mari kita berkompetisi yang berisi penuh gagasan dan program untuk rakyat,” kata ibas

Bila ada kesempatan, pihak Agus selalu mengatakan agar jangan ada hoax, bahwa merekalah korban hoax, dll. Kali ini malahan mereka benar, ada kasus penyebaran brosur kampanye hitam yang menyerang Anies dan Agus. Bila sebelumnya selalu play victim, kali ini Agus menjadi korban beneran.

Brosur kampanye hitam tersebut memuat narasi kampanye hitam kepada calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu dan tiga, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ratusan brosur itu telah diamankan pengawas Pilkada. Selain itu, Panwas Jakarta Utara dan Jakarta Timur juga menyita telepon genggam, uang, serta kartu identitas pelaku.

Entah siapa yang melakukan penyebaran kampanye hitam ini. Pihak Ahok tidak mungkin melakukannya, toh elektabilitas mereka sudah paling atas. Kampanye hitam hanya akan dilakukan bila musuh politik sangat kuat, sedangkan Anies dan Agus tidak bisa melawan Ahok. Malahan kampanye hitam ini tidak menguntungkan sama sekali karena pemilih akan bersimpati kepada Anies dan Agus.

Sekarang polisi perlu mengusut siapa sebenarnya yang memerintahkan penyebaran brosur tersebut. Jangan hanya tangkap penyebarnya tapi otak pelakunya juga. Jangan sampai isu kampanye hitam ini melebar kemana-mana.

Bisa jadi ada pihak yang memang tidak suka dengan calon tertentu sehingga mau mengambil resiko, atau bisa juga ada pihak yang menyebarkan kampanye hitam ke dirinya sendiri untuk mendapatkan simpati. Sekarang kita hanya dapat berharap kepolisian mampu mengungkap kebenaran dibalik kasus ini sebelum hari pemilihan. (10/02/2017).

Baca Juga: Haters Terdiam!! Warga Kalideres Minta Ahok Gusur Tempat Mereka Karna Sering Banjir

Source: seword.com

LEAVE A REPLY