Megawati Murka Dengan Sikap Jokowi Yang Selalu Pasrah Dirinya Dibully Rakyat
Megawati Murka Dengan Sikap Jokowi Yang Selalu Pasrah Dirinya Dibully Rakyat

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bahwa Joko Widodo adalah petugas partai, sudah lama berlalu.

Pernyataan itu terlontar pada Rabu, 14 Mei 2014 atau menjelang Pemilu Presiden. Akibat pernyataannya itu, Megawati mengaku, dibully oleh publik. Apalagi oleh pengguna internet.

Saat memberikan sambutan dalam pembukaan Sekolah Politik bagi calon kepala daerah di Resort Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2016), Megawati kembali menyinggung momen itu.

“Waktu itu saya bilang petugas partai, langsung itu orang nge-bully, disebut penghinaanlah, opo yo?” ujar Megawati.

Baca: Yusril Tertawakan Permohonan Ahok yang Ditolak Jokowi

Maka, saat itu Megawati protes kepada Jokowi. Mega menganggap, Jokowi membiarkan dirinya dibully publik karena kalimat petugas partai itu dan Jokowi yang mengerti duduk persoalan tidak membelanya.

“Saya bilang ke Pak Jokowi, Dik, ngono kok enggak belain saya sih? Lah situ yang ngerekomendasi siapa toh?” ujar Megawati.

Megawati menegaskan, seluruh kader PDI-P yang telah menempati posisi strategis, baik di struktur partai atau di pemerintah, memang disebut sebagai petugas partai.

Sebab, posisi mereka merupakan amanah dari Kongres. Kongres merupakan mekanisme tertinggi pengambilan kebijakan partai politik berlambang banteng hitam tersebut.

“Saya ini juga petugas partai. Kongres partai yang menyuruh kita ini bertugas di mana. Kalian ini pun petugas partai. Awas loh kalau nanti enggak ngaku,” ujar Megawati kepada para peserta sekolah.

Catatan pemberitaan, Megawati menyebut ‘petugas partai’ saat mengutarakan pesan bagi Joko Widodo yang telah ditunjuk sebagai bakal calon Presiden RI.

“Pak Jokowi, sampeyan tak jadikan capres, tapi anda adalah tugas partai yang harus menjalankan tugas partai,” ujar Megawati di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

source: kompas.com

LEAVE A REPLY