Kembali Jadi Gubernur, Ahok Terus Diserang Oleh Gerindra dan Partai Paslon Penantang Lainnya!!
Kembali Jadi Gubernur, Ahok Terus Diserang Oleh Gerindra dan Partai Paslon Penantang Lainnya!!

Jejakmalam – Kembali Jadi Gubernur, Ahok Terus Diserang Oleh Gerindra dan Partai Paslon Penantang Lainnya!! – Ahok kembali menjadi orang nomor satu di Ibu kota DKI Jakarta, terhitung mulai Minggu pukul 00.00 WIB, jabatan Gubernur DKI Jakarta kembali diembannya setelah tiga bulan lebih menjalani masa cutinya.

Saat kembali menunaikan tugasnya dan diawali dengan rutinitas seperti biasanya adalah melangkah memasuki ruang Balai Kota dan telah dipadati oleh warga yang mengadu dan ada yang sekedar berselfi bersama Ahok.

Hari pertama kembalinya Ahok sebagai Gubernur DKI bertepatan dengan sidang kesepuluh yang harus dijalaninya atas dugaan penistaan Agama, selang setelah menerima berbagai keluhan warga segera meluncur ke lokasi sidang.

Belum genap berakhirnya hari pertama ini, sudah berbagai serangan kembali menyerangnya. Dari padatnya agenda sidang yang harus dijalani hingga penolakan anggota Dewan terhadap kembalinya Ahok menjadi Gubernur dan memprakarsai penandatangan pengajuan oleh anggota Dewan untuk hak Angket sebagai motornya adalah Fadli Zon (Gerinda) dan beberapa dari PKS, Demokrat dan PAN, proses pengumpulan tanda tangan digulirkan untuk hak angket dengan kebutuhan total tandatangan adalah 25 tanda tangan dukungan dan 2 fraksi, untuk menanyakan kepada Pemerintah dalam hal ini Depdagri atas keputusannya mengangkat Ahok kembali menjadi Gubernur DKI.

Kembali Jadi Gubernur, Ahok Terus Diserang Oleh Gerindra dan Partai Paslon Penantang Lainnya!!

Himbauan untuk mematuhi minggu tenang agar tidak membuat keramaian, keributan apalagi kegaduhan disosialisasikan dari KPUD dan aparat keamanan kepada masyarakat, himbauan tersebut dengan mudahnya diikuti dengan sadar oleh masyarakat, namun lain halnya dengan para elit politisi, dalam hal ini anggota Dewan yang terhormat, justru dengan aktif membuat “kegaduhan” dimana saat minggu tenang ini masyarakat memerlukan ketenangan untuk berfikir dalam memilih calon pemimpinya kelak selama 5 tahun kedepan.

Tiga agenda utama Ahok diawal kembalinya Jabatan Gubernur kepadanya adalah meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA Kalijodo, perombakan (PNS) yang mengalami rapor merah salama 6 bulan ini, dan menggelar rapat pimpinan (rapim) membahas pembangunan manusia dan infrastruktur. Apakah ada yang salah dari 3 agenda tersebut ? apakah ada dari agenda tersebut yang jelas-jelas mengancam kelangsungan netralisasi Pilkada DKI ? jawabannya adalah tidak ada. Agenda hanya berkeinginan untuk menuntaskan kerja-kerja nya sebagai Gubernur, bahkan semata-mata cenderung untuk melayani masyarakat DKI.

Seharusnya anggota dewan kena “semprit” nih…sudah tidak mentaati masa tenang sebelum pencoblosan, 15 Februari 2017. Fraksi-fraksi yang menggagas angket tersebut sangat jelas adalah lawannya Ahok dalam Pilkada, dari nomor urut satu, Agus-Silvi (Demokrat dan Pan), serta nomor urut tiga, Anies-Sandi (PKS dan Gerinda).

Etika politik yang seharusnya menjadi tanggung jawab para elit kini dibuang jauh-jauh semata untuk kekuasaan, dari isu agama, etnis serta penistaan agama dan ulama menjadi “mainan” para elit. Proses politik yang mahal ini selalu dimanfaatkan dengan isu-isu dan fitnah, dan mengesampingkan koreksi dan pergulatan program, para paslon penantang selalu menunjukkan kefrustasian dari setiap langkah-langkah politiknya dalam mengkritisi kerja-kerja Ahok, kerja-kerja masif dalam fitnah dan isu semata yang giat mereka lakukan.

Pemimpin yang baik adalah yang dapat menghantarkan dan mempersembahkan kemaslahatan dan manfaat untuk masyarakat. Singkirkan segala isu Agama, SARA dan fitnah-fitnah jika hal ini terus dilakukan oleh para elit, yang dipertaruhkan adalah tatanan masyarakat yang rusak, kesabaran masyarakat jangan terus diuji, semua orang bisa sangat berani dan tidak takut, baik itu dari agama islam atau non muslim, baik dari suku jawa atau suku lainnya, baik laki atau perempuan…para elit ini harusnya aktif mensosialisasikan perdamaian, kerukunan bukan terus-terus berbuat “gaduh”…..

Baca Juga : Mengejutkan!! Ibas Sindir dan Serang Program AHY Yang Dinilai Aneh

LEAVE A REPLY