Jokowi Perangi Narkoba.Malah, di Khianati Pasukan Sendiri
Jokowi Perangi Narkoba.Malah, di Khianati Pasukan Sendiri

Perang terhadap narkoba yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap hanya semboyan semata. Semua terbuang percuma bila nyatanya komitmen tersebut justru dilemahkan dari dalam unsur pemerintahan.

Koordinator Koalisi Anti-Mafia Narkoba, Usman Hamid menyebutkan instrumen untuk perang melawan narkoba adalah memanfaatkan sebaik-baiknya insutisi strategis milik negara, yakni TNI.

Namun, apa daya jika pada nyatanya justru institusi tersebut terlibat dalam beberapa praktik peredaran narkoba kelas kakap.

“Jadi buat apa perang (narkoba)? Pemerintah dilemahkan kok dari dalam. Harus diingat bagaimana keterlibatan banyak orang kuat di TNI dan Polri,” ujarnya pada diskusi akhir pekan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Bukti konkret keterlibatan oknum TNI dalam predran narkoba skala besar, kata Usman, terbukti dengan tertangkapnya anggota intelijen Badan Intelijen Strategis (BAIS) Serma Supriadi dalam kasus penyelundupan 1,4 juta butir ekstasi.

Dengan begitu, menurut dia, tidak ada alasan lagi untuk masing-masing institusi TNI, Polri, dan Badan Narkotik Nasional (BNN) untuk tidak menindaklanjuti pengakuan terpidana mati Freddy Budiman kepada Koordinator KontraS, Haris Azhar.

“Apalagi dalam pengakuannya yang ditulis Mas Haris, Freddy sempat mengungkapkan keterlibatan jenderal TNI bintang dua,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY