Jokowi Akan Bangkrutkan Keluarga Cendana
Jokowi Akan Bangkrutkan Keluarga Cendana

Pada pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini sepertinya Keluarga Besar Cendana akan segera dibuat bangkrut. Saat ini selain dari ketetapan Mahkamah Agung karena dana beasiswa Supersemar, masih ada 5 yayasan lain yang sedang dalam proses penyelidikan. Keluarga Cendana harus membayar ganti rugi ke negara sebesar 4,4 triliun sehubungan dengan Yayasan Supersemar, lalu bagaimana dengan kelima yayasan lainnya ?

Mahakamah Agung kepada awal mulanya telah mengabulkan peninjauan kembali apa saja yang diajukan Kejaksaan Agung dalam perkara penyelewengan dana beasiswa Supersemar itu, dengan tergugat mantan Presiden Soeharto dan ahli warisnya juga Yayasan Beasiswa Supersemar. Soeharto dan ahli warisnya serta Yayasan Supersemar harus membayarkan uang sebanyak 315 juta dollar Amerika Serikat dan Rp 139,2 miliar pada negara. Jikalau dihitung maka 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500, uang yang dibayarkan capai Rp 4,25 triliun ditambah lagi dengan Rp 139,2 miliar atau total semuanya Rp 4,389 triliun.

Salah seorang juru bicara, MA, Suhadi, mengatakan kalau dirinya belum mengetahui secara spesifik menyangkut putusan tersebut. Tetapi jikalau keputusan sudah ada di website, itu pasti benar adanya, Yayasan Supersemar tidak dapat melaksanakan upaya hukum apapun lagi utk mengoreksi putusan MA. PK menurut MA hanya mampu dilakukan satu kali, baik pidana maupun perdata. Putusan PK tidak boleh diajukan PK.

Di tahun 2010, MA sudah memutuskan bahwa mantan Presiden Soeharto (tergugat I) dan Yayasan Supersemar (tergugat II) bersalah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Majelis kasasi yang dipimpin oleh Harifin A Tumpa dengan hakim anggota Rehngena Purba dan Dirwoto memutuskan bahwa mereka harus membayar kembali pada negara sebesar 315 juta dollar AS (dana itu berasal dari 75 persen dari 420 juta dollar AS) dan Rp 139,2 miliar (berasal dari 75 persen dari Rp 185,918 miliar)

Dari pantauan, situs resmi MA juga mencantumkan, majelis PK yang terdiri dari Suwardi (ketua majelis), Soltoni Mohdally, dan Mahdi Soroinda mengabulkan PK yang diajukan oleh Negara Republik Indonesia, Presiden RI melawan mantan Presiden Soeharto dan ahli warisnya. Majelis yang sama menolak PK yang diajukan oleh Yayasan Supersemar. Perkara yang diregistrasi bersama No. 140 PK/PDT/2015 tersebut dijatuhkan terhadap 8 Juli.

Persoalan demi persoalan politik muncul diwaktu terjadi kesalahan dalam pengetikan putusan. MA ketahuan tidak menuliskan dengan jumlah Rp 139,2 miliar, tapi Rp 139,2 juta alias kurang tiga angka nol. Kasus ini bermula disaat pemerintah Indonesia menggugat Soeharto dan Yayasan Supersemar atas dugaan penyelewengan dana beasiswa. Dana yang seharusnya disalurkan terhadap para siswa dan mahasiswa itu justru dibagi-bagikan pada beberapa perusahaan, di antaranya PT Bank Duta 420 juta dollar AS, PT Sempati Air Rp 13,173 miliar, serta PT Kiani Lestari dan Kiani Sakti Rp 150 miliar. Negara mengajukan mengganti rugi materiil 420 juta dollar AS dan Rp 185 miliar serta merubah rugi imateriil Rp 10 triliun.

Hutomo Mandala Puta biasa disapa Tommy Soeharto juga sempat geram. Melalui akun twitternya, Tommy meminta lulusan paling baik penerima beasiswa harus urunan utk ganti rugi. “Berarti lulusan terbaik penerima beasiswa th 70 harus urunan nih, hitung-hitung untuk tambah biaya kampanye yang bisa datang,” tulis Tommy di @Tommy_Soeharto1. Dirinya pula menyinggung dana BLBI yang kasusnya belum selesai hingga disaat ini. “Beasiswa buat masyarakat sejak tahun 70-an diminta dikembalikan. Jika dana BLBI pass diendapkan saja. Maklum takut kena jewer,” imbuhnya.

Putra bungsu Soeharto itu menyebutkan beasiswa Supersemar itu buat membiayai pendidikan putra putri tanah air. Bukan membiayai komunis, apa itu yang membuat keberatan.

Selain Yayasan Supersemar, Kejaksaan juga membidik yayasan lainnya adalah, Dharmais, Dakab, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora. Yayasan -yayasan ini memiliki kekayaan senilai Rp 4,014 triliun. Jaksa Besar pun menemukan Rek. atas nama Soeharto di 72 bank di dalam negeri dgn nilai deposito Rp 24 miliar, Rp 23 miliar tersimpan di Rek. BCA, dan tanah seluas 400 ribu hektare atas nama Keluarga Cendana. Berikut yayasan yang diduga jalankan penyelewengan.

Dihubungi terpisah, pengamat politik senior Universitas Indonesia (UI) Budiyatna tak menampik seandainya keluarga cendana bisa dimiskinkan atas kasus Supersemar tersebut. Budi mengungkapkan, bila dalam dasar hukum pihak Keluarga Cendana kalah, harta kekayaan anak-anak Soeharto bisa dikuras.

“Itu harus digugat di pengadilan, jika menang bakal menuntut buat menguras harta kekayaan Soeharto. Makannya yang namanya bambang itu melimpahin harta kekayaannya ke Surya Paloh agar tak disita. Dirinya tahu Surya Paloh orangnya cerdik,” tutur Budi, diwaktu dihubungi infoahok.com.

Pada jaman reformasi serta tak sedikit pihak yang menutupi kesalahan Soeharto. Jadi seandainya sekarang kasus Supersemar digugat ke pengadilan dan menang, maka keluarga Soeharto wajib membayar denda pula dimiskinkan. Kalau misalnya keluarga Soeharto di adili dan terbukti merugikan negara, itu baru mampu dituntut Rp 4,4 trilun. Dimiskinkan keluarga mereka.

Kriminil yang dilakukan Soeharto dalam kasus Supersemar benar benar tak sedikit. Mulai Sejak Sejak dari meraup kekayaan Indonesia, sampai lakukan tindakan kriminal HAM. Banyak bank bangkrut karena anak-anak Soeharto. benar-benar saat ditanda tanganinya Supersemar dan Soeharto menjadi kekuasaan, Soeharto tak sedikit meraup keuntungan. Seperti Pertamina diwaktu tahun 70’an itu bangkrut karena ulahnya.

3 COMMENTS

  1. Pak Jokowi konsentrasin saja kpd pemerintahan , yg sepertinya kedepan pemrintahan jokowi tidak terarah. mau dibawa kemana NKRI ini ? Harga pangan tidak terkendali (janji harga daging sapi 80 rb/kg hanya isapan jempol), utang semakin menumpuk, kejahatan meraja lela,

  2. Sebaiknya begitu pak jokowi….dana supersemar bs di gunakan utk mensjahterakan rakyat yg krg mampu plus bayar utang negara tercinta ini

LEAVE A REPLY