Jenderal & Menteri ini Murka dan Tidak Sudi di Pimpin Gubernur yang suka Main Gusur
Jenderal & Menteri ini Murka dan Tidak Sudi di Pimpin Gubernur yang suka Main Gusur

Mantan Menkopolhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso ikut menyampaikan dukungannya terkait deklarasi peresmian “Rumah Amanah Rakyat” di Jl. Cut Nyak Dien No.5, Gondangdia Menteng Jakarta Pusat, hari ini.

Nampak hadir juga Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurachman Ruki, Wakil Ketua DPRD H Lulung, mantan Wakil Gubernur DKI Priyanto, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, aktivis perempuan Ratna Sarumpaet, dan beberapa aktivis lainnya.

Dalam kegiatan tersebut juga, terpampang poster bertuliskan “Saya Tolak Calon Gubernur yang Tukang Gusur”.

Pada kesempatan itu Tedjo menegaskan bahwa negara ini bukanlah milik penguasa dan pengusaha. Ia mengatakan bahwa 18 tahun reformasi dinilai belum membawa kesejahteraan untuk rakyat bahkan sudah banyak menyimpangkan Pancasila.

“Kita wajib kembali kepada UUD 45. Gerakan kita bukanlah gerakan anarkis dan bukan makar. Kita perjuangkan negara dengan benar,” tutur Tedjo.

Tedjo mengaku tak mengharapkan adanya aksi penggusuran dimana-mana, termasuk di wilayah DKI Jakarta.

“Kita menginginkan simpati dari semua orang tanpa memaki. Semoga Rumah Amanah Rakyat dapat membawa kemaslahatan bagi kita,” jelasnya.

Sementara itu, Joko Santoso menginginkan agar rumah amanah itu tak hanya satu tempat untuk bisa menangkap dan menampung aspirasi rakyat.

“Saya harap gerakan ini jangan anget-anget saja, dan tak perlu kemewahan namun setiap RT harus ada 1,” tuturnya.

Joko merasa sangat miris dengan kepemimpinan di wilayah DKI Jakarta dan berharap nantinya dipimpin Gubernur yang mengerti akan Pancasila.

“Semoga kita di pimpin dengan Pancasila. Kita harus berjuang bersama agar mencapai cita-cita bersama,” tutup dia.

7 COMMENTS

  1. Memang sebelum begundal2 ini dilenyapkan dari bumi pertiwi
    tdk akan pernah bisa maju republik ini
    bahkan me langkah pun sempoyongan.
    tergantung jokowi mau terus memfasilitasi para penghianat ini atau menumpas nya biar negara ini mampu bersaing didunia yg sedang bergegas ini.

  2. [email protected]

    Kacamata apa yang dipakai para mantan ini..sehingga keluar omongan yang merendahkan dirinya sendiri. Cobalah copot dulu biar terang baru ngomong..

  3. Memang repot jadi pemimpin di negeri
    Ini. Pengennya buat yang terbaik, malah
    dianggap tidak beradab.
    Memanusiakan manusia agar tinggal
    di hunian yg layak, malah dibilang tukang
    gusur.
    Menyelamatkan uang rakyat agar tidak
    dikorupsi, dibilang tukang ribut, tukang
    pecat.
    Hasssheee… miris memang…

  4. Setuju dgn Candra Tan. Banyak yg suka jadi so pembela rakyat kecil. Tapi Ada tujuan tertentu. Saat ini belum ada yg bisa menyaingi Ahok. Masyarakat Jakarta jangan bodoh jangan mau ditunggangi oleh orang yg mau cari popularitas tapi belum menunjukkan kinerja yg baik.

  5. Manusia2 yg otaknya sudah dipenuhi kebencian yg mata hati mereka telah tertutup oleh kesombongan sehingga mereka tidak tau atau mereka buta sehingga tidak melihat kinerja ahok selama ini..apakah yg mereka lakukan saat jadi pemimpin seperti yg ahok lakukan atau kebalikannya…

LEAVE A REPLY