Hanya di Era Jokowi Sri Lanka Mau Gunakan Kereta Api Buatan Indonesia
Hanya di Era Jokowi Sri Lanka Mau Gunakan Kereta Api Buatan Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bangga bahwa Sri Lanka akan menggunakan kereta api (KA) buatan Indonesia. Kebanggaan itu disampaikan Kepala Negara usai menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Sri Lanka Ranil Wickramasinghe di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (3/8).

“Kelihatannya, diberi lampu hijau,” kata Kepala Negara.

Perdana Menteri Ranil bersama Ibu Maithree Wickramasinghe berkunjung ke Indonesia dalam rangkaian menghadiri World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12, di Jakarta Convention Center (JCC), 2-4 Agustus 2016.

Pertemuan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Ranil di Istana Merdeka membahas kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi. Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi secara terbuka meminta kesediaan Sri Lanka menggunakan KA buatan Indonesia, yang diproduksi PT Inka di Madiun, Jawa Timur.

Presien Jokowi mengatakan, saat ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT INKA telah memasukkan KA buatan Indonesia ke Sri Lanka. KA buatan Indonesia, katanya, mendapat sambutan positif berbagai kalangan di negeri itu.

“Ini sudah berjalan. Sekarang kita ikut lelang lagi di Sri Lanka. Saya tadi minta agar PM Ranil memberikan perhatian pada produk buatan Indonesia, yang namanya kereta api. Kita harapkan kita menang di tendernya itu, dan kita bisa kirim lagi ke Sri Lanka,” katanya.

Dia mengatakan, selain Sri Lanka, PT INKA juga telah merambah bisnis perkeretaapian hingga ke Bangladesh. Kedua negara itu menjadi target perdagangan KA buatan Indonesia, karena memiliki mempunyai potensi pasar menjanjikan. Selain itu, Indonesia belum pernah melakukan penetrasi pasar ke Sri Lanka dan Bangladesh.

“Ini yang sekarang baru kita mulai sehingga kita jangan ketergantungan pada pasar-pasar yang tradisional, yang itu-itu saja. Tapi mulai membuka pasar produk-produk buatan Indonesia lebih besar lagi agar bisa masuk ke negara-negara yang lainnya,” kata Presiden Jokowi.

2 COMMENTS

  1. Karena dulu kala, Indonesia belum memproduksi keteta api sendiri, trus seksrang ketika sudah ptoduksi yg lama masih bagus, sayang kalo di buang…. itung” penghematan…..

LEAVE A REPLY