Dilarang Selfie Terlalu Lama di Candi Borobudur
Dilarang Selfie Terlalu Lama di Candi Borobudur

Balai Konservasi Borobudur (BKB) meminta kepada wisatawan tidak berfoto terlalu lama di atas Candi Borobudur selama selama libur Lebaran 1437H/2016 ini.

Imbauan ini disampaikan untuk menghindari penumpukan wisatawan, terutama di puncak candi Buddha terbesar di dunia itu.

“Selfie-lah seperlunya, jangan lama-lama, karena akan terjadi penumpukan (wisatawan) di atas candi. Kondisi itu bisa membuat tidak nyaman dan bisa berpotensi merusak batu-batu candi,” ujar Kepala BKB, Marsis Sutopo, Kamis (7/7/2016).

Kebiasaan wisatawan selama ini, lanjut Marsis, lebih banyak berlama-lama di atas candi karena penasaran dan takjub melihat pemandangan alam sekitar candi Borobudur, sedangkan jumlah wisatawan yang naik bertambah.

“Pengunjung yang naik dari timur, setelah sampai ke atas (silakan) berputar dan turun ke utara. Begitu juga pengunjung dari barat, sampai di atas berputar, jangan mandeg,” imbau Marsis.

Hal ini berbeda dengan wisatawan yang dari rumah sudah menyimpan banyak bertanyaan atau referensi tentang candi Borobudur. Mereka akan lebih ingin menggali ilmu pengetahuan relief-relief yang ada, misalnya relief tentang Karmawibangga dan lainnya.

“Ketika wisatawan menumpuk di atas mereka justru akan mendapat pengalaman terjebak macet di puncak Borobudur yang tidak enak, tidak akan mendapatkan pengalaman atau ilmu dari candi Borobudur,” tutur Marsis.

Untuk mengantisipasi hal itu, pengelola menambah jumlah petugas keamanan yang bersiaga di candi Borobudur. Petugas akan memberikan pengarahan kepada wisatawan agar mereka tetap menjaga kenyamanan sesama wisatawan dan Candi Borobudur.

“Mungkin petugas akan sedikit “cerewet” dengan wisatawan yang mandek terlalu lama” katanya.

Kapasitas Ruang Candi Borobudur Marsis menambahkan bahwa Candi Borobudur memiliki standar kapasitas ruang (space capacity) bagi pengunjung sebanyak 123 orang dalam satu waktu, sedangkan kapasitas ruang yang ideal untuk halaman candi sebanyak 528 orang.

Angka tersebut sesuai dengan perhitungan yang dilakukan oleh tim ahli BKB sebagai pihak yang bertanggung jawab atas zona I Candi Borobudur. Perhitungan tersebut berdaebut memberikan ruang gerak pengunjung lebih leluasa.

Namun sejuah ini standar tersebut belum diterapkan karena pengelola Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) belum memiliki kompensasi atau alternatif pelayanan bagi wisatawan yang belum naik ke atas.

“Kalau Zona I akan menerapkan ideal space capacity, maka zona II dan III juga harus siap. Jangan sampai pengunjung yang belum diperbolehkan naik justru malah keleleran (terlantar) kepanasan di bawah ataupun di mobil,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Operasi PT. TWCB Nina Hardiasiwi menyebutkan, selama libur Lebaran 2016 ini pihaknya menargetkan jumlah pengunjung sebanyak 358.500 orang atau 10 persen di atas realisasi tahun lalu.

Adapun masa libur Lebaran di Candi Borobudur telah ditetapkan selama 15 hari terhitung sejak 3-17 Juli 2016. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada tanggal 8-9 Juli 2016.

LEAVE A REPLY