Jejakmalam.com , Sore yang indah. Semilir angin berhembus. Sore itu Wahyuni sedang duduk berbicara dengan tiga teman ceweknya di dalam sebuah mal. Mereka sedang asyik-asyiknya berbicara dan saling bercanda sambil memesan minuman dan makanan ringan. Saat itu mereka semua masih memakai pakaian seragam tapi bukan seragam putih abu-abu biasa, namun seragam dengan corak seperti batik untuk bajunya.

Memang sekolahnya ini punya dua jenis seragam, seragam biasa dan seragam ini.Di hari-hari tertentu seragam inilah yang digunakan. Saat mereka sedang seru-serunya bercandaan, ada seorang laki-laki yang sedang memandangi empat anak cewek yang cakep-cakep itu dengan tampang mupeng. Laki-laki ini adalah anak smu juga tapi beda sekolah dengan Wahyuni. Laki-laki ini memang sering datang ke mal itu, kadang sendirian kadang bareng teman-temannya. Mereka adalah laki-laki-laki-laki berandalan yang datang ke mal dengan dua tujuan.

Kalau nggak cuci mata dan godain cewek-cewek terutama cewek-cewek smu yang putih dan cakep-cakep itu, ya memalak anak-anak sd atau smp yang main game di dekat bioskop. Hari ini kebetulan ia lagi sendirian. Saat itu empat cewek itu tetap asyik berbicara tanpa sadar ada laki-laki yang menatap mupeng ke arah mereka. Semuanya cakep-cakep dan putih-putih. Namun diantara keempatnya, laki-laki itu paling sering memandangi Wahyuni. Karena memang Wahyuni yang paling cakep diantara mereka berempat. Apalagi posisi Wahyuni saat itu sungguh pas menghadap ke arahnya. Namun yang bikin laki-laki itu makin mupeng dengan Wahyuni, saat itu posisi duduk cewek itu agak serampangan. Kedua kakinya agak terbuka dan roknya sedikit tertarik ke atas sehingga laki-laki itu bisa melihat paha putih Wahyuni yang terbuka, apalagi posisi laki-laki itu sungguh strategis.

Wahyuni seperti tak menyadari sedari tadi ada laki-laki yang memperhatikan pahanya. Ia tetap tidak mengubah posisi duduknya itu. Sehingga laki-laki itu sungguh beruntung bisa memandangi paha Wahyuni yang sungguh putih mulus itu selama beberapa saat lamanya. Matanya berpindah-pindah antara wajah yang polos tapi cantik itu dan pahanya yang terbuka. Namun itu masih belum apa-apa. Setelah itu, Wahyuni becanda agak kelewatan dengan salah satu temannya. Sampai temannya itu ingin mencubit dirinya. Tentu ia tak ingin dicubit begitu saja dan berusaha menghindar. Saat ia berusaha menghindari cubitan itu, tanpa sadar ia membuka kakinya terlalu lebar sampai celana dalamnya kelihatan dari sudut pandang laki-laki itu.

Apalagi cd yang dipakainya saat itu warna hitam, yang mana sungguh kontras dengan kulitnya yang putih. Tentu laki-laki itu jadi melongo dibuatnya saat mendapat rejeki nomplok itu. Mimpi apa semalam bisa ngeliat celana dalam cewek smu yang cakep dan putih itu. Dan itu terjadi nggak hanya sekali tapi ada tiga atau empat kali. Akibatnya laki-laki itu kini jadi mupeng abis dengan Wahyuni! Beberapa saat kemudian, bubarlah mereka berempat dari kumpul-kumpul itu. Namun saat itu Wahyuni tidak langsung pulang. Ia ingin melihat-lihat pakaian dulu. Saat itulah ia berjalan melewati laki-laki itu yang berdiri di dekatnya. Langsung saja mata laki-laki itu jelalatan menatap diri Wahyuni dari atas ke bawah.

Terutama dada cewek itu yang menonjol di balik baju seragam batiknya. Baju seragam itu tak termasuk tipis jadi tak ada yang kelihatan tembus pandang. Namun tetap menarik untuk dilihat karena kelihatan menonjol, pertanda buah dada cewek ini tentu lumayan padat berisi. Saat itu Wahyuni lagi dalam keadaan rasa isengnya muncul, sehingga dilabraknya laki-laki itu. Memang Wahyuni adalah cewek yang agak aneh. Disaat cewek lain takut, ia malah berani.

“Hey! Ngapain lu liat-liat gue terus? Lagi mupeng ya?”

Namun kini ia kena batunya, karena laki-laki itu malah menantang balik,

“Kalo memang iya kenapa?”

“Enak aja mupengin orang sembarangan. Terus sekarang maunya apa?”

“Maunya apa? ML yuk!”

Rupanya saat itu Wahyuni lagi kambuh penyakit isengnya, sehingga omongan usil orang itu malah ditanggapi dengan tak kalah badungnya.

“Sekarang berani nggak? Di toilet,” katanya.

“Boleh. Ayo sekarang! Kebetulan gue udah mupeng abis sama elo.”

“Ayo ikut gue kalo berani. Jangan cuman ngomong doang,” kata Wahyuni meninggalkan laki-laki itu dan berjalan menuju ke toilet cewek.

Dan laki-laki itu, entah karena sama gilanya atau sudah kadung mupeng abis dengan Wahyuni, omongan cewek itu ditanggapi beneran. Ia berjalan mengikutinya. Sesampai di depan toilet cewek, Wahyuni menoleh ke laki-laki itu dan berkata,

” Ayo masuk.” Dan laki-laki itu nggak mikir panjang, ikutan masuk ke toilet cewek! Kebetulan toilet itu lagi kosong sehingga tak ada orang yang melihat laki-laki itu masuk ke toilet cewek. Dan saat Wahyuni masuk ke salah satu kamar, laki-laki itu pun ikut masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Sehingga di dalam kamar toilet yang sempit itu, kini Wahyuni dan laki-laki itu berduaan didalam! Begitu di dalam, segera laki-laki itu tak menyia-nyiakan kesempatan langka itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, laki-laki itu langsung menubruk tubuh Wahyuni dan menciuminya. Kapan lagi ia bisa dapat kesempatan ML sama cewek smu yang cakep kayak gini. Apalagi dari seragam yang dikenakan, cewek ini dari sekolah favorit yang bagus di kota itu.

Kapan lagi bisa beginian sama cewek kayak gini. Langsung diciuminya bibir Wahyuni dan bagian lagi wajahnya. Wahyuni bukannya protes malah mendiamkan saja. Mungkin ia tak mengira laki-laki ini bakal senekat itu, atau mungkin ia juga jadi ikutan pengin apalagi belum pernah ia berbuat segila ini di tempat umum. Laki-laki itu jadi tambah nafsu melihat Wahyuni membiarkan saja. Kembali ia menciumi bibir Wahyuni. Sementara Wahyuni kini malah menanggapi aksi laki-laki itu. Bibirnya juga ikutan aktif mencium bibir laki-laki itu. Akhirnya keduanya saling berpagutan di dalam kamar toilet itu. Kedua lidah mereka saling bertemu dan “bersilat lidah”.

Merasa diberi angin, laki-laki itu jadi makin liar aksinya. Kini dibukanya kancing baju seragam Wahyuni satu persatu. Sudah sejak tadi ia penasaran ingin “mengecek” dada cewek itu. Sehingga terbukalah baju seragam Wahyuni dan tampaklah kulit tubuhnya yang putih mulus. Dadanya terbungkus oleh bra warna hitam.. Dengan penuh nafsu dilepasnya bra itu. Tangan laki-laki itu merogoh ke punggung Wahyuni mencari pengait branya untuk dibukanya. Setelah dibukanya, diangkatnya bra itu, sehingga nampaklah buah dada yang putih mulus serta padat berisi itu. Seketika laki-laki itu jadi nafsu melihat dada yang putih menggiurkan itu.

Segera dipegangnya kedua dada Wahyuni dengan kedua tangannya. Diraba-rabanya dada yang berada dalam genggamannya itu, digoyang-goyangnya, dan diremas-remasnya. Kedua jari-jarinya memilin-milin puting buah dada Wahyuni yang segar kemerahan itu. Sementara toilet yang tadinya sepi tak ada orang sama sekali itu, tiba-tiba jadi banyak orang. Malah telah terjadi antrian sampai 5 orang yang menunggu. Apalagi barusan kedatangan serombongan ibu-ibu ke toilet itu, yang baru saja selesai makan dan berbicara di food court (entah mereka disana lagi arisan atau sekedar kumpul-kumpul). Saat itu ada seorang ibu yang mengeluh ke temannya,

“Aduuh, lama bener ya. Sudah nggak tahan nih.”

“Iya nih, lama bener. Apalagi yang ini nih,” kata seorang ibu yang berdiri paling depan menunjuk ke kamar yang dipakai Wahyuni,

”Dari tadi nggak keluar-keluar.”

“Iya. Kamar yang lain sudah ganti dua tiga orang, ini orang satu masih belum keluar juga,” kata ibu lainnya.

“Mbak, mbak,” kata seorang ibu yang lain sambil mengetuk-ngetuk kamar Wahyuni,” masih lama nggak ya? Kita semua sudah pada kebelet nih.”

“Iya dari tadi lama bener, ngapain aja sih?”

“Iya, iya, sebentar, sabar kenapa sih,” kata Wahyuni dari dalam sementara saat itu buah dadanya lagi diremas-remas laki-laki itu.

“Soalnya situ di dalam sudah lama bener. Yang mau pake toilet bukan cuman situ doang.”

“Pake kamar yang lain napa sih?” seru Wahyuni sebelum bibirnya dikunci oleh laki-laki itu yang sambil terus meremas-remas dadanya.

“Yaelah ini orang. Kamar yang lain juga penuh Bu. Pengertian sedikit kenapa sih.”

“Situ lagi ngapain sih di dalam?”

“Lagi beranak kali ya di dalam. Lama bener.”

Namun ibu-ibu itu hanya bisa ngedumel saja sambil ngantri. Tak lama kemudian toilet jadi sepi kembali. Tiga kamar yang lain telah dipake banyak orang, tapi yang satu itu masih terus tertutup.

Sementara di dalam, mereka lagi seru-serunya. Wahyuni tak mau kalah dengan laki-laki itu, ia juga ikutan aktif. Dibukanya retsleting celana panjang laki-laki itu dan diturunkannya. Nampak tonjolan besar di celana dalamnya. Langsung dibukanya celana dalam itu dan diturunkannya. Nampak penis hitam yang disunat kepalanya. Ukurannya biasa saja namun telah menegak dengan keras. Segera penis laki-laki itu dipegang dan dipijit-pijit oleh tangannya yang halus. Sementara laki-laki itu makin bernafsu. Ia mendekat ke samping Wahyuni, kedua tangannya terus meremas-remas buah dada putih itu dan kini mulutnya mulai mengemut-ngemut puting buah dada yang kemerahan itu. Dengan rakus diemut-emutnya puting merah yang segar itu.

Sementara tangan halus Wahyuni kini mengelus-ngelus kepala penis yang disunat itu. Namun tiba-tiba, Crooot, croott, crooottt, keluarlah sperma cukup banyak dari penis laki-laki itu. Semprotan yang pertama meloncat cukup jauh sampai mendarat di tempat duduk kloset. Setelah itu makin lama makin berkurang tekanannya. Rupanya ia nggak bisa nahan lagi saat kepala penisnya dielus-elus oleh Wahyuni. Apalagi ia terlalu bernafsu dengan buah dada Wahyuni yang putih dan montok apalagi dengan putingnya yang segar kemerahan.

“Yah, cuman kayak gini doang.” Tangannya kini belepotan penuh dengan sperma laki-laki itu.

“Badan gede, ngomongnya galak, tapi loyo,” ejek gadis itu sambil mengelap tangannya yang penuh dengan sperma ke baju laki-laki itu. Roknya bahkan masih sangat rapi belum tersentuh sama sekali!

Sementara laki-laki itu kini menghentikan aksinya dan melepas pegangannya dari dada Wahyuni. Mukanya merah padam.

Wahyuni segera mengaitkan bra-nya lagi dan mengancingkan bajunya.

“Udah ah, gue pulang dulu,” katanya sambil membuka pintu kamar toilet itu dan setelah tidak ada orang segera meninggalkan toilet itu.

Sementara laki-laki itu segera memakai celana dalam dan celana panjangnya. Setelah itu segera keluar dari toilet itu. Namun,

“AAAHHHHHHHHHHHH! Toloooong. Ada laki-laki disini!” teriak seorang ibu setengah baya dengan histeris. Saat itu akan masuk seorang tante gendut dengan temannya.

“Jangan masuk Bu, ada laki-laki di dalam!” teriak ibu tadi.

“Kurang ajar kamu ya! Ngapain kamu kesini,” maki tante gendut tadi sambil memukul-mukulkankan tasnya ke kepala laki-laki itu.

“Satpaaam! Mana satpam. Panggil satpam kemari! Satpaaam!!”

Dan akhirnya, dengan baju masih basah dengan spermanya sendiri, digiringlah laki-laki itu oleh satpam mal yang berkumis sangar.

Sungguh malu dua kali ia hari itu. Pertama karena dicokok satpam dan ditonton orang banyak. Kedua, malu dengan cewek cakep tadi.

Dan oleh satpam, laki-laki itu dianggap bersalah karena masuk ke toilet cewek dan melakukan onani di dalam. Sementara Wahyuni melihat itu dari kejauhan dengan tertawa-tawa terpingkal-pingkal.

LEAVE A REPLY