CBA:
CBA: "Presiden Kerjanya Salah Terus. Sudah Salah Cengengesan lagi,Bikin Malu.

Kewarganegaraan Menteri BUMN, Rini Soemarno mulai disorot. Pasalnya, dia dilahirkan di Maryland, Amerika Serikat. Seperti diketahui, jika ada warga negara yang dilahirkan di sana maka akan mendapat paspor AS.

Untuk itu, di saat mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar yang diberhentikan dari jabatannya gara-gara isu kewarganegaraan ganda, maka posisi Rini juga mesti ditelusuri dan bahkan diinvestigasi. Jangan-jangan Rini juga memiliki paspor AS.

“Tentu perlu diperiksa lagi. Perlu diinvestigasi. Bahkan Presiden Jokowi bisa membentuk tim untuk menelusuri status kewarganegaraan Rini yang dicurigai berpaspor AS,” sebut Direktur CBA, Uchok Sky khadafi, di Jakarta, Rabu (17/8).

Kata Uchok, rasanya tidak adil, bila Archandra dicopot dari jabatannya dan seorang Paskibraka Gloria Natapraja Hamel (16) gagal dilantik gara gara sebuah pasport.

“Makanya, investigasi ini dibutuhkan. Karena kasus ini sudah lama. Dan bisa untuk meluruskan ke publik, jika memang Rini tidak pernah berpasport AS, berarti selama ini hanya isu. Jadi kenapa takut?” sebut Uchok.

Terhadap hal ini, Presiden Joko Widodo jangan pura-pura tidak tahu, atau cuma diam saja. Presiden seharusnya bertindak cepat.

“Baru kali ini Presiden kerjanya salah terus. Sudah tahu salah, masih cengengesan. Malu kita punya Presiden seperti itu,” kecam Uchok.

Bahkan terkait Archandra, Jokowi juga dininta harus mencari tahu siapa yang mengusung atau membawa Archandra Tahar kepada Presiden. Dan orang ini, kalau menteri harus dipecat. Karena telah menjebak Arcandra.

Termasuk juga, kata Uchok, Jokowi harus memecat dua orang yang bertanggung jawab dari kasus Archandra ini. Menteri Seskab Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

“Jokowi harus tegas terhadap semuanya. Makanya jangan mengelola negara besar seperti Indonesia, layaknya mengelola kelurahan saja,” sindir Uchok.

1 COMMENT

  1. Kita dukung Pemimpin yg bersemangat membangun Indonesia tanpa diskriminasi atas dasar SARA. Pemimpin RASIS tidak pantas untuk Infonesia masa kini dan masa masa depan.

LEAVE A REPLY