Ahok Secara Diam-diam Masuk Dari Pintu Samping Istana Negara
Ahok Secara Diam-diam Masuk Dari Pintu Samping Istana Negara

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba-tiba mendatangi Istana Merdeka sore ini.

Entah apa tujuan Ahok datang, namun dia masuk melalui pintu samping Istana Merdeka.

Ahok tiba di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016) sekitar pukul 17.30 WIB.

Turun dari mobil dinasnya, Ahok langsung masuk ke kompleks Istana tanpa memberikan keterangan.

Belum diketahui apa yang dibahas Ahok dengan Presiden Jokowi. Namun, sebelumnya, Ketum Golkar Setya Novanto juga telah merapat ke Istana.

Presiden juga sebelumnya mengadakan pertemuan dengan beberapa menteri. Tapi pertemuan itu sudah selesai dan kini langsung dilanjutkan pertemuan dengan Ahok.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Istana soal pertemuan Ahok dengan Jokowi sore ini.

Gubernur DKI Jakarta yang juga calon petahanan, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, terlihat bertemu Presiden Joko Widodo. Ketua Umum Golkar Setya Novanto juga terlihat di Kompleks Istana Negara, Senin 15 Agustus 2016.

Ahok masuk melalui pintu samping, di Wisma Negara. Bukan melalui pintu Istana Negara, layaknya ia datang seperti biasa. Ahok terlihat menggunakan kendaraan dinasnya Land Cruiser B 1267 PQH.

Tidak ada keterangan dari Ahok. Dia hanya memberi senyum kepada wartawan, dan langsung memasuki kawasan dalam Istana.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto juga masuk memasuki pintu belakang Istana Negara.

Novanto mengaku, bertemu Jokowi untuk membahas soal persiapan HUT kemerdekaan RI 17 Agustus 2016, dan soal parlemen. “Dan juga berkaitan dengan bangsa,” kata Novanto.

Seperti diketahui, untuk Pilgub DKI Jakarta, Ahok maju dan diusung tiga partai yakni Golkar, Nasdem, dan Hanura.

Sementara PDI-P, saat ini belum memutuskan. Namun dua arus suara di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, ada yang menginginkan mendukung Ahok dan ada juga yang menginginkan mengusung Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY