AHOK Kembali Akan Melakukan Pemecatan PNS yang Korupsi
AHOK Kembali Akan Melakukan Pemecatan PNS yang Korupsi

“Saya tidak ingin bapak ibu terima apapun, dalam bentuk apapun dari siapapun. Tidak ada yang gratis di dunia ini,” imbau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat melantik 103 pejabat eselon II hingga IV di Bali Kota Jakarta, Jumat 1 Juli 2016.

“Bapak ibu harus bisa mengira-kira ini maksudnya apa,” imbuh pria yang akrab disapa Ahok itu.

Itulah kalimat Ahok yang kerap diwanti-wantikan kepada pejabat di jajaran Pemprov DKI Jakarta, saat pelantikan. Dengan imbauan tesebut, dia berharap pemerintahannya bebas dari korupsi.

Dua minggu lalu atau persisnya 17 Juni 2016, Ahok baru saja merombak jajarannya. Waktu yang tergolong singkat memang, tapi itulah gaya Ahok. Siapa tak becus kerja atau melanggar aturan, dia langsung memacat. Tidak ada kamus basa-basi di mata gubernur berkaca mata itu.

Berbeda, pelantikan pejabat eselon II kali ini hanya satu orang. Yakni Arifin menggantikan Ika Lestari Adji sebagai Kadis Perumahan dan Gedung DKI, setelah dicopot sebelumnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan, meski belum tentu bersalah, apabila inspektorat DKI menemukan PNS menerima suatu hadiah, maka akan langsung dicopot.

Ahok tak khawatir kekurangan pejabat. Sebab, DKI saat ini mempunyai banyak stok pejabat yang siap menggantikan pejabat lama yang tidak jujur bekerja.

“Sekarang banyak yang bagus tapi belum ada jabatan. Jadi kalau ada yang enggak benar langsung ganti. Karena urus Jakarta itu enggak susah, yang susah kalau kamu terima suap,” tegas Ahok.

Menurut dia, meski tidak korupsi APBD, namun dengan menerima suap atau memanfaakan jabatannya, sikap tersebut dimaknai sebagai pengecut.

“Kalau malakin emang enggak korupsi. Tapi cuma manfaatin jabatan. Yang manfaatkan jabatan itu pengecut, munafik, karena kita orang beragama,” Ahok menandaskan.

Ahok mengungkap alasan dia memecet Ika Lestari. Yakni agar Ika lebih fokus menangani kasus pembelian lahan Cengkareng Barat yang ternyata aset DKI sendiri.

“Supaya dia bisa konsentrasi juga. Pasti kan dipanggil-panggil (kepolisian) mulu. Dengan tanggung jawab begitu besar, kalau dipanggil yang kerja siapa? Makanya distafkan dulu,” ujar dia.

Menurut Ahok, pemecatan Ika tidak mendadak. Dia sudah berencana mencopot jabatan Ika sejak 17 Juni lalu, bersamaan dengan pemecatan Ratna Dyah dari Kadis Pertamanan.

“Enggak mendadak kok, udah mau diganti dari pelantikan pertama kemarin. Karena waktu itu kita belum ada penggantinya,” ujar dia.

LEAVE A REPLY